Index Berita   Suara Pembaca   Galeri Foto   Galeri Video   Mobile Version   Games   Iklan Baris Hari ini: Jumat, 28 Juli 2017 07:37

IndiHome Rayu Pelanggan Lewat Bundling

Rabu, 16 April 2014 13:18
Suara · SolusiHP
Pertengahan 2013, PT Telkom meluncurkan paket bundling multiproduk bernama IndiHome (Indonesia Digital Home). IndiHome kini mulai tersedia dalam bentuk bundle yang menggabungkan tiga jenis layanan Telkom, yaitu sambungan internet Speedy via jaringan serat optik Fiber to the Home (FTTH), IP TV Usee TV, dan telepon rumah.Ketiganya digabungkan dalam tiga jenis paket IndiHome (Pro, Star, dan Star Plus) yang masing-masing berisi kombinasi layanan berbeda. Paket "Pro" menawarkan kecepatan sambungan internet hingga 5 Mbps dan gratis abodemen dan panggilan lokal telepon rumah, sementara "Star" menyediakan paket yang sama ditambah starter pack Usee TV berisi 25 channel. Adapun "Star Plus" merupakan bundle terlengkap yang turut menyertakan home automation. Masing-masing paket memiliki pilihan upgrade kecepatan internet dari 5 Mbps menjadi 10 atau 20 Mbps dengan harga yang disesuaikan.Soal ini, paket-paket IndiHome tersebut ditawarkan dengan biaya langganan yang terbilang kompetitif dibanding penyedia layanan sejenis di pasaran, yaitu mulai Rp 185.000 per bulan untuk bundle "Pro" hingga Rp 675 ribu per bulan untuk paket "Star Plus" dengan koneksi internet hingga 20 Mbps. Wakil presiden humas Telkom Arif Prabowo, menjelaskan bahwa pihak Telkom memang sengaja menawarkan harga terjangkau untuk paket-paket IndiHome dengan tujuan meraup pelanggan sebanyak mungkin pada awal-awal perkenalan IndiHome."Kami ingin mendapatkan volume (pelanggan) lebih dulu dari pemasaran. Jika murah maka akan banyak yang pakai… kami berusaha agar harganya seterjangkau mungkin," ujar Arif ketika dihubungi Kompas Tekno, Jumat (4/4/2014).Dengan meraih banyak pelanggan, Arif mengatakan bahwa Telkom berharap bisa menekan tarif langganan per pengguna sekaligus menutup biaya operasional di kemudian hari. Dia mengibaratkan hal tersebut dengan memakai analogi pesawat. "Kalau pesawat penuh, harga tiketnya bisa murah. Sebaliknya, kalau okupansi rendah akan jadi mahal untuk menutupi ongkos."
Endah Kurnia
Jl. Radio Dalam No.34, Jakarta
08561808469
k.endah72@yahoo.com
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Baca juga:

Kirim tanggapan Anda

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan solusihp dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. solusihp akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. solusihp berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Mobile

E-Mail

Komentar
Redaksi: redaksi@solusihp.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Fransisca Ingrid di 0818-0891-3342 · sisca@mustangcorps.com · Blackberry: 22918E5B
Dini Magaski di 0818-0842-1246 · dini@mustangcorps.com · Blackberry: 224CB655

SUARA SEBELUMNYA

OPINI SEBELUMNYA

FOTO SEBELUMNYA

VIDEO SEBELUMNYA